1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Uni Eropa Harus Siap Terima Anggota Baru Tahun 2030

29 Agustus 2023

Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan Uni Eropa (UE) dan negara-negara kandidatnya harus menerapkan reformasi sehingga anggota baru dapat bergabung pada akhir dekade ini.

https://p.dw.com/p/4VgIw
Presiden Dewan Eropa Charles Michel
Presiden Dewan Eropa Charles Michel mendorong Uni Eropa untuk bersiap menghadapi perluasan keanggotaan blok pada 2030Foto: Daniel Novakovic/Slovenian Government Press Service/AP/picture alliance

Uni Eropa (UE) harus mengambil "langkah berani” dan menerima anggota baru pada tahun 2030, demikian pernyataan Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada Senin (29/08).

Pernyataan tersebut disampaikan Michel pada forum strategis internasional di resor tepi Danau Bled, Slovenia, yang dihadiri oleh para pemimpin Balkan Barat.

"Saya yakin kita harus siap, di kedua sisi, pada tahun 2030 untuk memperluas (keanggotaan Uni Eropa),” kata Michel. "Ini ambisius, tetapi perlu. Ini menunjukkan bahwa kami serius,” seraya menambahkan batas waktu akan memberikan kredibilitas yang lebih besar kepada blok tersebut.

"Tidak melakukan reformasi di pihak kita sebelum perluasan berikutnya akan menjadi kesalahan mendasar,” kata Michel. "Masuk akal bagi negara-negara anggota baru untuk bergabung dengan Uni Eropa yang berfungsi dengan baik dan efisien,” katanya.

Menurut Michel, para pemimpin blok tersebut akan membahas "kapasitas UE untuk menerima anggota baru,” pada pertemuan puncak mendatang di Granada, Spanyol, pada Oktober 2023. Menjalani proses aksesi dan akhirnya bergabung dengan blok tersebut membutuhkan keputusan bulat dari semua anggota saat ini.

Perang di Ukraina membentuk masa depan Eropa

Invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina telah memfokuskan pikiran di Brussel pada perlunya momentum politik baru untuk mendukung ambisi beberapa calon anggota.

Michel mengatakan perang di Ukraina "telah menunjukkan bahwa perdamaian dan demokrasi tidak bisa dianggap remeh." "Perang ini tidak hanya menghancurkan Ukraina: perang ini mempunyai dampak besar terhadap masa depan benua kita. Perang ini mempunyai dampak besar terhadap keamanan global,” paparnya.

Para pejabat Uni Eropa khawatir bahwa Rusia akan berupaya mengacaukan negara-negara di kawasan Balkan, yang mengalami perang berdarah pada tahun 1990an, dan dengan demikian mengalihkan perhatian dunia dari agresi mereka di Ukraina.

Sekutu Rusia di Balkan, Serbia, menolak ikut serta dalam sanksi Brussel terhadap Moskow, meskipun Beograd mengatakan pihaknya menghormati integritas wilayah Ukraina.

Siapa calon anggota baru UE?

UE saat ini memiliki 27 negara anggota. Di sisi lain, ada sejumlah negara yang menjadi kandidat untuk bergabung dalam blok tersebut di antaranya enam negara Balkan Barat yakni Albania, Bosnia, Kosovo, Montenegro, Makedonia Utara, dan Serbia. Keenam negara ini berada pada tahap berbeda dalam proses bergabung dengan EU. 

Tahun lalu, Moldova dan Ukraina diberi status kandidat. Kedua negara berharap mendapatkan lampu hijau untuk memulai negosiasi aksesi formal dengan Brussel pada akhir tahun ini. Sementara itu, Georgia masih menunggu untuk menerima status calon.

Michel mengatakan, untuk bergabung dengan blok tersebut, negara-negara anggota di masa depan harus menerapkan reformasi untuk memastikan peradilan yang independen, memerangi kejahatan terorganisir dan korupsi, serta menyelaraskan kebijakan luar negeri mereka dengan negara-negara anggota UE.

Ia juga mendesak semua calon anggota untuk menyelesaikan konflik bilateral mereka sebelum bergabung dengan Uni Eropa. "Anda perlu memastikan bahwa konflik-konflik di masa lalu tidak dibawa ke UE,” katanya.

Peta Uni Eropa
Saat ini Uni Eropa memiliki 27 negara anggota yang terbentang dari Eropa barat hingga Eropa timur

Apa reaksi dari Balkan Barat?

Perdana Menteri Albania Edi Rama menyambut baik pengumuman Michel, dan menyerukan kata-kata agar "terwujud dalam... langkah maju yang nyata." Ia juga menyuarakan kekhawatirannya bahwa upaya Ukraina untuk menjadi anggota Uni Eropa tidak boleh mengorbankan kandidat-kandidat yang sudah lama menjabat.

"Ukraina harus dilihat sebagai negara anggota, tapi saya berharap hal ini tidak merugikan Balkan Barat,” katanya.

Sementara itu, Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic memperingatkan bahwa menunggu satu dekade tanpa negosiasi sejak memperoleh status kandidat telah memicu sikap skeptis terhadap euro di negaranya.

"Kami secara geografis, ekonomi, budaya, dan dalam segala hal adalah orang Eropa,” tegasnya, dan mendesak blok tersebut untuk "membuat keputusan politik yang berani” untuk mengintegrasikan Balkan Barat ke dalam "keluarga Eropa.”

rs/ha (AFP, AP, dpa, Reuters)