1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pemilu Spanyol: Partai Konservatif Menang

24 Juli 2023

Meski gagal raih suara mayoritas, Partai Populer (PP) di Spanyol yang berhaluan konservatif kanan-tengah mengalahkan penguasa, Partai Sosialis PSOE. Diperkirakan bakal terjadi ketidakpastian politik berminggu-minggu.

https://p.dw.com/p/4UIUd
Pemilu di Spanyol
Pemilu di Spanyol: Partai konservatif menang, meski gagal raih suara mayoritasFoto: Manu Fernandez/AP Photo/picture alliance

Partai Populer (PP) yang merupakan partai oposisi di Spanyol memenangkan pemilihan umum pada hari Minggu (23/07). Namun partai kanan tersebut tidak berhasil meraih mayoritas kursi di parlemen. PP dan Partai Pekerja Sosialis PSOE pimpinan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, masing-masing memperoleh 33,1% dan 31,7% suara.

PP, di bawah pemimpin Alberto Nunez Feijoo, meraup 136 dari 350 kursi di majelis rendah. Sementara Partai Sosialis meraih 122 kursi.

Partai-partai berupaya bentuk pemerintahan koalisi

PP saat ini membutuhkan dukungan dari beberapa partai junior untuk mencapai mayoritas pemerintahan dengan 176 kursi, sehingga kemungkinan besar akan terjadi perundingan koalisi dan perebutan politik selama berminggu-minggu.

Partai sayap kanan Vox, yang menawarkan diri untuk berkoalisi dengan PP, diproyeksikan akan memenangkan 33 kursi. Namun, bahkan dengan jumlah 169 kursi, PP dan Vox masih kekurangan tujuh kursi untuk mencapai mayoritas.

Apabila kemitraan tersebut terjadi, bersama dengan partai ketiga, maka untuk pertama kalinya partai sayap kanan masuk ke dalam pemerintahan di Spanyol sejak kediktatoran Francisco Franco berakhir pada tahun 1970-an.

Sumar, aliansi kiri  yang menyatukan 15 partai kecil berhaluan kiri dan mendukung PSOE, meraih 31 kursi, sehingga aliansi mereka hanya memiliki 153 kursi.

Partai-partai yang tersisa sebagian besar bersifat spesifik wilayah. Dua partai prokemerdekaan Catalan, yang sebelumnya memilih untuk mendukung pemerintahan yang dipimpin Sanchez, mengalami penurunan jumlah kursi, tetapi masih dapat memainkan peran sebagai "king-maker", jika Sanchez tetap bisa bertahan sebagai perdana menteri.

Sanchez dan Feijoo mengklaim kemenangan

Pemimpin PP mengatakan kepada para pendukungnya di Madrid pada hari Minggu (23/07) malam bahwa partainya sekarang akan mencoba membentuk koalisi pemerintahan.

"Sebagai kandidat dari partai yang memenangkan kursi terbanyak, saya percaya bahwa adalah tugas saya untuk mencoba membentuk pemerintahan," kata Feijoo.

Dia meminta agar "tidak ada yang jatuh ke dalam godaan untuk menghalangi pembentukan pemerintahan baru," dan menambahkan bahwa Spanyol tidak membutuhkan periode ketidakpastian. 

Di lain pihak, Sanchez juga merayakan hasil pemilu tersebut dari balkon markas besar partainya pada hari Minggu (23/07) malam, karena kaum sosialis telah memenangkan lebih banyak kursi dan persentase suara yang lebih tinggi dibandingkan pada pemilu 2019.

Dia mengatakan kepada para pendukungnya bahwa proyeksi kemenangan blok konservatif dan sayap kanan telah gagal.

"Blok yang berpandangan terbelakang, yang mengusulkan pencabutan total semua kemajuan yang telah kita capai selama empat tahun terakhir, telah gagal," katanya kepada para pendukungnya."Blok regresif yang terdiri dari Partai Populer dan Vox telah dikalahkan," tandasnya. "Ada lebih banyak orang yang ingin Spanyol terus maju daripada mereka yang ingin mundur," tambah Sanchez.

Mengapa Spanyol mengadakan pemilu lebih cepat?

Sanchez mengadakan pemilu lebih awal setelah kelompok kiri mengalami kekalahan telak dalam pemilu lokal pada bulan Mei lalu.

Pemilihan parlemen sebenarnya dijadwalkan pada bulan Desember. Namun pertaruhannya untuk menjatuhkan lawan-lawannya kini tampaknya menjadi bumerang.

Pemilu ini berlangsung hanya tiga minggu setelah Spanyol mengambil alih kepresidenan bergilir Uni Eropa. Kemenangan PP merupakan pukulan baru bagi kubu kiri Eropa, setelah tren serupa di negara-negara Uni Eropa lainnya - Swedia, Finlandia, dan Italia.

Pemilu ini juga berlangsung pada puncak musim panas, ketika sejumlah besar pemilih mungkin tidak berada di lokasi pemungutan suara yang biasa mereka datangi karena masih berlibur dan satu bulan gelombang panas. Jumlah pemilih yang hadir mencapai 70,4%. Ada 2,47 juta, dari 37,5 juta pemilih yang terdaftar memberikan suara lewat pos sebelum tempat pemungutan suara dibuka. Angka ini merupakan rekor baru.

Partai kecil siap jadi penentu kemenangan

Jajak pendapat prapemilu telah memperkirakan mayoritas yang lebih besar untuk PP, namun partai ini harus bergantung pada dukungan Vox untuk membentuk pemerintahan.

Nunez Feijoo sekarang perlu bernegosiasi dengan partai-partai yang jauh lebih kecil untuk mencapai target 176 kursi.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Jumat oleh El Mundo, Feijoo menyatakan bahwa seorang kandidat tidak boleh mengungkapkan aliansi mereka dua hari sebelum pemilu. Ia menambahkan bahwa sebuah pemerintahan dengan Vox "tidak ideal."

Namun, PP dan Vox telah bekerja sama untuk memerintah di banyak daerah dan kota sejak pemilihan lokal pada bulan Mei.

Dukungan untuk Vox yang mengusung isu anti-Islam dan antifeminis ini semakin berkurang. Pada pemilu terakhir di bulan November 2019, Vox memenangkan 52 kursi. Namun pada pemilu hari Minggu (23/07), perolehan kursi partai ultra kanan ini turun menjadi 33 kursi.

ap/hp (AP, AFP, EFE, Reuters)