1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Rahasia Ratu Pop Madonna Tetap Awet Muda

Shlomit Lasky
18 Agustus 2023

Madonna, yang minggu ini genap berusia 65 tahun, dikenal sering mengubah penampilannya. Selama puluhan tahun dia merajai panggung pop sebagai mega bintang perempuan.

https://p.dw.com/p/4VJn3
Konser oleh penyanyi pop AS, Madonna
Madonna telah menjadi bintang pop selama beberapa dekadeFoto: Rainer Jensen/dpa/picture alliance

Sebagai perempuan pertama yang mendominasi dunia pop para pria, Madonna, yang minggu ini genap berusia 65 tahun, telah memiliki begitu banyak warisan budaya yang cukup signifikan untuk dirayakan.

Dengan penjualan lebih dari 300 juta rekaman dan kekayaan yang diperkirakan mencapai USD850 juta (sekitar Rp13 triliun), Madonna adalah salah satu perempuan paling sukses di dunia industri musik.

Sedikitnya, Madonna telah menduduki 11 kali peringkat teratas sebagai perempuan dengan bayaran tertinggi di dunia musik versi majalah Forbes. Selain itu, dia juga telah mendapatkan 28 nominasi Grammy dan memenangkan ajang penghargaan musik dunia itu sebanyak tujuh kali.

Di luar pekerjaannya sebagai bintang musik pop dunia, Madonna juga merupakan seorang pengusaha, penulis, sutradara, produser, dan juga desainer. Meskipun karier aktingnya sulit berkembang, dia tetap memenangkan penghargaan "Golden Globe” dalam perannya sebagai "Evita" di film musikal itu tahun 1996.

Madonna dengan Cross 1985
Madonna pada tahun 1985Foto: Warner Bros/Courtesy Everett Collection/picture alliance

Mendobrak tabu

Madonna Louise Ciccone lahir pada tanggal 16 Agustus 1958 di Bay City, Michigan. Dia memiliki terobosan besar di awal tahun 80-an, yang memperlihatkan sifat pemberontakan dan seksualitasnya yang terkenal berani.

Ratu pop dunia itu juga identik sebagai pendobrak segala batasan dan melanggar hal-hal tabu. Madonna juga tidak takut untuk menciptakan kontroversi dengan beberapa lagu-lagunya seperti "Papa Don't Preach," yang mengisahkan tentang kehamilan seorang remaja, atau video musiknya yang cukup provokatif seperti pada lagunya yang berjudul "Like a Prayer," di mana dia menampilkan salib yang terbakar hingga figur Yesus berkulit hitam.

Selama bertahun-tahun, Madonna berhasil menginspirasi dan memberikan banyak kejutan dengan keserbabisaannya dan kemampuannya untuk menemukan kembali jadi dirinya dalam hal musik, gaya, serta identitas diri.

Dunia mengenalnya sebagai pemberontak provokatif dengan stoking jaring dan sarung tangan tanpa jari, atau bahkan pakaian korset desainer Jean Paul Gaultier yang begitu seksi. Madonna juga menggebrak dunia dengan langkah spiritual yang secara tak terduga dianutnya, yakni menjelajahi mistisisme Yahudi Kabbalah, hingga mengadopsi nama Ibrani Ester pada tahun 2004.

Madonna kemudian memulai perjalanannya menjadi orang tua dan kini menjadi seorang ibu dari enam anak-anaknya, mulai dari anak pertamanya, Lourdes (26), Rocco (22), David (17), Mercy (17), dan si kembar Stella dan Estere (10). Dunia juga dikejutkan dengan dua pernikahannya, pertama dengan aktor asal Amerika Serikat (AS) Sean Penn (1985-1989), dan kemudian dengan sutradara asal Inggris Guy Ritchie (2000-2008).

Madonna juga seorang penulis dari buku-buku yang cukup bervariasi, mulai dari "Sex”, terbit tahun 1992, yang menampilkan pornografi dan penggambaran sadomasokisme. Karya lainnya "The English Roses”, sebuah dongeng untuk anak-anak dengan nada moralistik, menjadi buku bergambar anak-anak dengan penjualan tercepat sepanjang sejarah, setelah diterbitkan pada tahun 2003. Dia menyumbangkan seluruh hasil penjualannya untuk badan amal anak-anak.

Upaya filantropisnya juga beragam dan cukup terkenal, salah satunya termasuk organisasi amalnya sendiri, Ray of Light Foundation dan Raising Malawi.

Penghargaan Musik MTV
Kudeta lain yang menarik perhatian: Madonna dan Britney Spears berciuman di atas panggung MTV Music Awards pada tahun 2003Foto: Julie Jacobsen/AP/picture alliance

Mendobrak batasan usia

Namun belakangan, sebagian besar perhatian yang diterima Madonna adalah seputar hubungannya dengan operasi plastik. Puncak dari obsesi tersebut terjadi pada awal tahun ini pada saat upacara penghargaan dunia "Grammy Awards 2023", saat Madonna memperkenalkan penampilan Sam Smith dan penyanyi Jerman Kim Petras.

Momen itu menjadi peristiwa bersejarah, karena Petras merupakan penyanyi transgender pertama yang memenangkan Grammy. Namun, wajah Madonna yang terasa nyata dan tidak nyata itu sontak mencuri banyak perhatian dan memicu berbagai perdebatan. Media berusaha mencari tahu apa yang telah dilakukan sang bintang pada wajahnya.

Menurut ahli bedah plastik di Chicago, Michael Horn, di luar operasi plastik dan operasi hidung, "dia tampaknya telah menggunakan filler yang berlebihan dari waktu ke waktu, membuat wajahnya terlihat penuh dan menghilangkan struktur tulang yang alami, seperti yang pernah dia miliki," katanya kepada tabloid Inggris, Daily Mail. "Yang paling terlihat dan mencolok adalah perubahan drastis pada bentuk wajah Madonna menjadi lebih berbentuk V."

Tak lama kemudian, sang Ratu Pop menertawakan perdebatan yang ramai diperbincangkan itu dengan mengunggah swafoto dengan menuliskan, "lihatlah betapa lucunya (wajah) saya saat ini, setelah bengkak akibat operasi berkurang."

Hingga unggahannya tersebut, dia tidak pernah secara terbuka membahas mengenai masalah itu, selain dikutip pada tahun 2012 di Mirror Inggris yang mengatakan bahwa, "saya tentu saja tidak menentang operasi plastik, tetapi saya benar-benar menolak untuk mendiskusikannya."

Namun, dia juga mengecam komentar-komentar kritis para netizen dalam sebuah unggahan di akun Instagramnya dengan menuliskan, "sekali lagi, saya terjebak dalam silau ageisme dan misogini yang merasuki dunia kita ini. Sebuah dunia yang menolak untuk merayakan perempuan yang melewati usia 45 tahun dan merasa perlu untuk menghukumnya jika dia terus berkemauan keras, pekerja keras, dan berjiwa petualang.”

"Saya tidak pernah meminta maaf atas pilihan kreatif yang telah saya buat atau cara saya berpenampilan dan berpakaian. Saya tidak akan memulainya. Saya telah direndahkan oleh media sejak awal karier saya, tetapi saya mengerti bahwa ini semua adalah ujian, dan saya senang melakukan terobosan, sehingga semua perempuan nantinya akan hidup lebih mudah di tahun-tahun mendatang."

Madonna menutup tulisannya dengan menyatakan bahwa dia menantikan tahun-tahun penuh "perilaku subversif", "melintasi batas", dan "melawan patriarki".

Namun, para kritikus mempertanyakan apakah usahanya untuk tetap awet muda dengan cara yang obsesif seperti itu benar-benar merupakan pesan untuk memberdayakan perempuan.

Tur Madonna "Blonde Ambition 1990"
Madonna mengenakan korset bra kerucut Jean Paul Gaultier yang ikonik dalam tur 'Blonde Ambition' pada tahun 1990Foto: Sean Kardon/AP Photo/picture alliance

Tentang mitos 'menua dengan anggun'

Pada dasarnya, mustahil untuk memenuhi ekspektasi selalu terlihat awet muda. Seperti yang dikatakan oleh reporter kecantikan Jessica DeFino, banyak orang yang kecewa dengan wajah baru Madonna karena, "pada tingkat tertentu, mengungkap kebenaran, bahwa antipenuaan adalah tujuan yang tidak manusiawi, dan mencoba 'menua dengan anggun', apa pun sebutannya, sebenarnya membutuhkan usaha yang sangat besar," katanya kepada majalah Glamour.

Belinda Luscombe dari majalah TIME berpendapat bahwa, "wajah Madonna dan menua dengan anggun" hanyalah mitos belaka. "Salah satu kritik yang sering dilontarkan saat perempuan melakukan terlalu banyak filler; Botox; operasi plastik, merupakan fakta bahwa mereka seharusnya 'menua dengan anggun', sebuah nasihat yang hampir sama bergunanya dengan mengatakan kepada para pemain es pemula untuk meluncur dengan mudah."

"Tidak ada orang yang meluncur di atas es, atau menua dengan anggun, tanpa banyak usaha, termasuk masukan dari para profesional yang terampil. Bukan berarti selebriti perempuan yang lebih tua tidak terlihat dibuat-buat seperti Madonna."

Ketakutan akan faktor kesehatan

Sementara itu, sang Ratu Pop justru berurusan dengan isu-isu yang lebih panas. Pada akhir Juni, sang mega bintang dirawat di rumah sakit karena infeksi bakteri yang cukup serius. Dia harus menunda konser tur dunianya di Amerika yang bertajuk "Celebration", yang merupakan penghormatan atas karirnya selama lebih dari empat dekade.

Ini bukan masalah kesehatan pertama yang dialami Madonna dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, dia menjalani operasi penggantian pinggul setelah cedera yang dideritanya dalam tur "Madame X".

Namun tampaknya sang Ratu Pop tidak berencana untuk melambat. "Fokus saya saat ini adalah kesehatan saya untuk menjadi lebih kuat, dan saya jamin, saya akan kembali menyapa kalian sesegera mungkin!" tulisnya dalam sebuah unggahan di Instagram setelah mengalami cedera.

Turnya di Eropa akan dimulai Oktober 2023 mendatang dan mencakup empat sesi pertunjukkan di Jerman. (kp/hp)