1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Survei: Merkel Pemimpin Paling Dipercaya, Trump Terbelakang 

16 September 2020

Kanselir Jerman, Angela Merkel yang paling dipercaya dunia, diikuti Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Vladimir Putin dan Xi Jinping mendapat penilaian negatif, tapi yang paling tidak dipercaya adalah Donald Trump.

https://p.dw.com/p/3iYJ2
Angela Merkel dan Donald Trump pada pertemuan puncak NATO di Inggris, Desember 2019
Angela Merkel dan Donald Trump pada pertemuan puncak NATO di Inggris, Desember 2019Foto: picture-alliance/AP Photo/E. Vucci

Reputasi internasional Amerika Serikat semakin anjlok setelah kekacauan penanganan pandemi virus corona, menurut penelitian terbaru dari Pew Research Center yang dirilis Selasa (15/9). Di 13 negara yang disurvei, pandangan tentang AS di beberapa negara bahkan jatuh ke rekor terendah, sejak Pew mulai melakukan jajak pendapat tentang topik itu hampir 20 tahun lalu.

Presiden AS Donald Trump mendapat penilaian terburuk dari jajaran pemimpin dunia lain. Kanselir Jerman Angela Merkel mendapat dukungan terbanyak. 76 persen responden di seluruh negara yang disurvei menyatakan memiliki kepercayaan padanya. Presiden Prancis Emmanuel Macron berada di peringkat kedua. Penilaian untuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping sangat negatif, meskipun tidak seburuk Trump.

Hasil survei PEW Research Center tentang kepercayaan terhadap pemimpin dunia
Hasil survei PEW Research Center tentang kepercayaan terhadap pemimpin dunia

Dari negara yang disurvei, hanya Korea Selatan yang mayoritas penduduknya memiliki pandangan positif tentang AS, dengan 59 persen dukungan. Peringkat Presiden Donald Trump rendah secara keseluruhan, terutama di Belgia, di mana hanya 9 persen responden memiliki pandangan positif tentang Trump. Orang Jepang menilai AS positif, meskipun hanya 25 persen yang menyatakan kepercayaannya pada Donald Trump.

Pew menggunakan data dari survei di 13 negara dengan seluruhnya 13.273 responden dewasa. Survei dilaksanakan dari 10 Juni hingga 3 Agustus di Kanada, Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, Swedia, Inggris, Australia, Jepang, dan Korea Selatan. Wawancara hanya dilakukan lewat telepon karena pembatasan sosial terkait pandemi corona.

Karikatur Putin dan Trump dalam aksi demonstrasi di Berlin, 2019
Karikatur Putin dan Trump dalam aksi demonstrasi di Berlin, 2019Foto: picture-alliance/dpa/P. Zinken

Kepercayaan terhadap Donald Trump dan AS dititik terendah

Meskipun citra internasional AS telah menurun sejak Donald Trump menjabat presiden tahun 2017, survei Pew menunjukkan bahwa citra AS semakin anjlok karena dianggap buruk menanggapi pandemi corona.

Hanya 15 persen responden mengatakan AS telah melakukan pekerjaan dengan baik selama krisis corona, berbeda dengan persepsi terhadap Organisasi Kesehatan Dunia WHO atau Uni Eropa, yang keduanya dinilai positif.

Meskipun infeksi baru di AS tampaknya telah berkurang selama beberapa minggu terakhir, AS mencatat jumlah kematian tertinggi di dunia terkait corona, dengann sekitar 195.000 kasus kematian. Sebagian besar publik menilai, Presiden Trump terlalu lama menganggap remeh atau mengabaikan pandemi corona selama beberapa bulan, dengan beberapa komentarnya tentang virus dan bagaimana cara penanganannya yang asal bicara.

Juga buruk di mata mitra tradisional

Anjloknya citra internasional AS dalam survei Pew juga terlihat di kalangan sekutu tradisionalnya. Di Inggris misalnya, Pew menemukan bahwa hanya 41 persen orang yang menyatakan pendapat positif tentang AS, angka terendah dari Inggris selama ini.

Di Prancis, hanya 31 persen yang melihat AS secara positif, level serendah itu tercatat pada tahun 2003, ketika kedua negara berselisih tentang perang yang dipimpin AS di Irak. Sedangkan orang Jerman sangat negatif menilai citra internasional AS, dengan hanya 26 persen yang memberi penilaian positif.

Pew mengatakan, penilaian terhadap Donald Trump dan AS jauh leboh buruk daripada di masa kepresidenan Barack Obama. Di Inggris, Spanyol, Prancis, dan Jerman, peringkat untuk Trump serupa dengan George W. Bush menjelang akhir masa kepresidenannya, ketika reputasinya dirusak oleh kekerasan di Irak dan awal dari krisis keuangan global.

hp/ap   (afp, rtr, ap)