1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KriminalitasSelandia Baru

Tiga Orang Tewas dalam Insiden Penembakan di Selandia Baru

20 Juli 2023

Setidaknya enam orang dilaporkan terluka, termasuk seorang anggota kepolisian. Meskipun demikian, Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins memastikan jadwal Piala Dunia Perempuan tetap berlangsung sesuai jadwal.

https://p.dw.com/p/4U9Sd
Petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi penembakan
Sejumlah petugas kepolisian terlihat tengah menjaga sebuah lokasi di dekat tempat penembakan di Auckland, Selandia BaruFoto: Nathan Frandino/REUTERS

Kepolisian Selandia Baru mengungkap setidaknya tiga orang tewas setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke lokasi konstruksi di Auckland, Selandia Baru pada Kamis (20/07).

Penembakan yang menyasar sebuah jalanan sibuk di pusat kota itu "telah diatasi dan merupakan insiden yang terisolasi", hal itu diungkap kepolisian Selandia Baru dalam pernyataannya. "Kami juga memastikan bahwa kejadian ini bukan ancaman keamanan nasional."

Penjabat Inspektur Polisi Sunny Patel mengatakan dua orang korban dan satu orang pelaku tewas di lokasi kejadian. Dengan tewasnya pelaku penembakan, polisi memastikan risiko dari kejadian ini sudah selesai.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins memastikan tidak ada ancaman keamanan berskala nasional. Dia juga menyebut, Piala Dunia Perempuan yang sejumlah pertandingannya bakal digelar di Selandia Baru, juga akan terus berjalan sesuai rencana.

"Tidak ada motif politik atau ideologi dalam penembakan ini dan tidak ada (krisis) keamanan nasional," kata Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins.

Hipkins memastikan tidak bakal ada pergantian status keamanan di Selandia Baru.

Perkembangan sejauh ini

Kejadian ini sendiri terjadi beberapa jam sebelum pertandingan perdana Piala Dunia Perempuan yang bakal digelar di Eden Park, Auckland. Lokasi kejadian ini berdekatan dengan pusat penggemar Piala Dunia Perempuan.

Sebelumnya, polisi menyebut "kejadian yang signifikan" telah terjadi, tetapi memastikan kejadian hanya terjadi pada sebuah gedung yang tengah di bangun di Queen Street, pusat kota Auckland.

Wali Kota Auckland Wayne Brown menyebut situasi tersebut "mencekam" dan memperingatkan penduduknya untuk menjauh karena "polisi dalam tekanan besar."

Akibat penembakan ini, tim nasional (Timnas) Italia sempat menunda sesi latihannya lantaran para pemain tidak dapat keluar dari hotel. Sementara itu, Timnas Amerika Serikat memastikan seluruh pemain dan stafnya dalam keadaan aman.

Douglas Emhoff, suami Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Haris, sekaligus pemimpin delegasi presidensial yang berada di Selandia Baru untuk menghadiri pembukaan Piala Dunia Perempuan dinyatakan dalam keadaan aman. Hal itu diungkap langsung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Sejumlah ruas jalan di Auckland ditutup dan semua layanan feri yang hendak masuk ke kota dibatalkan. Sementara itu, sejumlah rute bus juga turut dialihkan.

Pihak kepolisian menyebut pelaku penembakan mempersenjatai diri dengan senjata kokang shotgun. Pelaku berpindah ruangan hingga mencapai lantai paling atas dan "mengurung diri".

"Tembakan lanjutan dilakukan oleh pelaku dan dia ditemukan tak bernyawa beberapa saat kemudian."

"Detail soal kejadian ini bakal terus berkembang dan pihak kepolisian bakal terus menyampaikan perkembangan lainnya hingga soal jumlah korban cedera.

Penembakan terjadi jelang Piala Dunia Perempuan

Penembakan ini terjadi saat Selandia Baru tengah bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia Perempuan, bersama dengan Australia. Pertandingan perdana bakal dilangsungkan pada Kamis (20/07) ini.

Lokasi penembakan itu terjadi pada sebuah lapangan yang berdekatan langsung dengan hotel Timnas Filipina dan berjarak sekitar 300 meter dari hotel Timnas Norwegia. Kedua tim tersebut dijadwalkan bakal berlaga sebagai pertandingan perdana Piala Dunia Perempuan.

"Semua orang terbangun dengan cepat saat helikopter terdengar dari luar jendela dan banyak kendaraan yang berdatangan," kata Kapten Timnas Norwegia Maren Mjelde kepada DW.

"Semula kami tidak mengetahui apa yang terjadi, tetapi akhirnya ada informasi yang disampaikan lewat TV dan kantor berita lokal. Kami merasa aman. FIFA memiliki sistem keamanan yang baik di hotel, dan kami juga memiliki kepala keamanan sendiri di dalam tim."

mh/ha (AP, Reuters, dpa, AFP)