1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Cina: Muslim Hui Tolak Rencana Pembongkaran Masjid Najiaying

31 Mei 2023

Bentrokan antara warga dan polisi pecah di barat daya Cina menyusul aksi penolakan rencana pembongkaran sebuah masjid. Pihak berwenang kini mengimbau para pendemo untuk menyerahkan diri.

https://p.dw.com/p/4RzLf
Masjid Najiaying, Cina tampak depan yang memperlihatkan 3 menara dan 1 kubah. Serta di fasadnya terdapat tulisan Arab dan aksara Mandarin
Masjid Najiaying, CinaFoto: Iceway12/Wikipedia

Pemerintah Cina mengerahkan ratusan polisi dan melakukan penangkapan di Kota Nagu, sebuah daerah mayoritas muslim di Provinsi Yunnan. Hal ini menyusul adanya bentrokan yang terjadi pekan lalu akibat protes atas rencana pembongkaran sebagian Masjid Najiaying.

Persidangan pada tahun 2020 dilaporkan telah mengeluarkan perintah pembongkaran kubah beserta empat menara masjid lantaran pembangunannya tidak mengantongi izin resmi. Kawasan tersebut merupakan rumah bagi etnis Hui, sebuah kelompok etnis muslim terbesar yang berada dalam tekanan menghadapi tindakan kekerasan.

Berdasarkan sejumlah video yang tersebar di media sosial pada Sabtu (27/05), puluhan polisi dengan tongkat pemukul dan pelindung anti huru-hara membubarkan sebuah kerumunan di halaman masjid yang melemparkan berbagai benda ke arah petugas.

Seorang pengunjuk rasa terlihat memukul helm petugas, tetapi tak banyak kekerasan yang terlihat. Video yang menunjukkan aksi protes itu kini telah dihapus dari sosial media di Cina.

Bagaimana reaksi pemerintah?

Sebuah peringatan dikeluarkan pada Minggu (28/05) oleh pemerintah daerah yang menyatakan pihaknya bakal melakukan sebuah investigasi atas "sebuah kasus yang sangat mengganggu manajemen dan ketertiban sosial."

Peringatan itu juga memerintahkan para pihak yang terkait untuk "segera menghentikan seluruh kegiatan ilegal dan kriminal" seraya berjanji untuk "menghukum seberat-beratnya" siapa saja yang menolak untuk menyerahkan diri. Sementara itu, para pihak yang secara suka rela menyerahkan diri sebelum 6 Juni 2023 akan diberikan keringanan hukuman, tambah isi peringatan itu.

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah penangkapan usai kejadian tersebut dan setidaknya ratusan petugas masih berjaga di kota itu sampai Senin (29/05), kata seorang saksi.

Kekerasan Atas Nama Agama

Tindakan keras Cina terhadap muslim

Cina berupaya untuk menerapkan kontrol yang lebih ketat terhadap komunitas agama sejak Presiden Xi Jinping berkuasa satu dekade silam. Dalam tindakan kekerasan terhadap muslim, Beijing mengaku bahwa itu adalah cara yang ampuh untuk memberantas teroris dan pihak ekstremis.

Sementara itu di tempat lain, rezim Xi telah membongkar masjid maupun kubah, menara, dan segala bentuk ciri khas muslim lain supaya bangunan tersebut bergaya bangunan Cina, sehingga tidak menarik perhatian.

Diperkirakan satu juta warga Uighur, Huic, dan minoritas lainnya telah ditahan di kawasan barat Xinjuang sejak 2017 dengan alasan kampanye pemerintah, yang disebut Amerika Serikat dan aktivis hak asasi manusia sebagai sebuah genosida.

mh/ha (AP, AFP)