1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jelang Euro 2024, Jerman Akan Aktifkan Kontrol Perbatasan

27 Maret 2024

Menteri Dalam Negeri Jerman mengatakan keamanan perbatasan akan ditingkatkan menjelang penyelenggaraan Piala Eropa 2024 bulan Juni dan Juli nanti.

https://p.dw.com/p/4e9vv
Kontrol perbatasan di Jerman
Foto ilustrasi kontrol perbatasan di JermanFoto: Ondrej Hajek/CTK/dpa/picture alliance

Jerman akan memberlakukan pembatasan sementara di seluruh perbatasannya untuk Piala Eropa, Euro 2024, musim panas ini, kata Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser hari Selasa (26/3). Langkah ini diambil setelah akis serangan teror di Moskow yang mnewaskan lebih 130 orang minggu lalu.

"Kami akan melakukan kontrol perbatasan sementara di seluruh perbatasan Jerman selama turnamen untuk mencegah kemungkinan pelaku kekerasan memasuki negara ini,” kata Faeser kepada harian Rheinische Post. "Hal ini diperlukan untuk memberikan perlindungan terbaik terhadap event besar internasional ini,” tambahnya.

Kanselir Jerman Olaf Scholz membenarkan rencana itu dan mengatakan, pemeriksaan lebih ketat sementara di perbatasan merupakan "seperangkat instrumen yang terbukti” dapat meningkatkan keamanan. Scholz mengatakan kepada wartawan saat berkunjung ke Slovenia, keamanan selalu menjadi "prioritas utama”. "Pemeriksaan perbatasan bukan hal yang aneh," katanya menegaskan.

Mendagri Nancy Faeser mengatakan, pengawasan perbatasan akan fokus pada ancaman terorisme, ekstremis, hooligan, dan penjahat kekerasan lainnya. Langkah-langkah tersebut juga akan mencakup keamanan jaringan terhadap serangan siber.

Jerman pernah memberlakukan kontrol perbatasan sementara ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA pada tahun 2006.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser
Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy FaeserFoto: Christophe Gateau/dpa/picture alliance

Jerman belum tingkatkan siaga teror

Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri hari Senin (25/3) mengatakan, otoritas keamanan Jerman belum melakukan perubahan apa pun terhadap penilaian keamanan mereka terhadap ancaman terorisme setelah serangan teror di Moskow, dan menambahkan bahwa penilaian ancaman dari otoritas di Jerman masih berlangsung.

Prancis dan Italia sudah menaikkan tingkat kewaspadaan teror sebagai respons terhadap serangan teror di Moskow. Peringkat keamanan di Prancis saat ini berada pada tingkat tertinggi. Presiden Emmanuel Macron mengatakan, cabang ISIS yang disebut "ISIS-K,” yang mengklaim melakukan serangan di Moskow, juga "mencoba melakukan beberapa tindakan” di Prancis.

Para pejabat Jerman mengatakan, tingkat siaga teror sekarang adalah siaga umum, tanpa rincian lokasi dari ancaman yang akan terjadi. "Situasinya bisa bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, dan bahkan dalam satu kota,” kata Kementerian Dalam Negeri dalam situs webnya.

Kementerian juga memperingatkan bahwa meningkatkan siaga teror bisa "meningkatkan perasaan tidak aman yang tidak perlu.” Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman "secara berkala menyiapkan penilaian risiko terhadap situasi ancaman teroris berdasarkan kasus per kasus,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri.

Oposisi desak peluasan wewenang polisi melacak ancaman

Piala Eropa Euro 2024 akan digelar di 10 kota di Jerman dan dimulai pada 14 Juni dan berkahir pada 14 Juli. Alexander Poitz, Ketua Serikat Buruh Polisi Jerman GDP, mengatakan kepada Rheinische Post bahwa otoritas keamanan mempunyai kesiapan dan perlengkapan yang baik menyambut acara tersebut.

Kubu konservatif yang beroposisi, CDU/CSU, menyerukan peluasan wewenang polisi dan badan intelijen di Jerman untuk menghadapi ancaman teror. Angota fraksi CDU Thorsten Frei mengatakan kepada harian Augsburger Allgemeine hari Selasa bahwa otoritas keamanan Jerman perlu alat investigasi yang serupa dengan yang digunakan badan intelijen negara maju lainnya.

Polisi Jerman juga perlu kapasitas dan wewenang untuk melakukan pelacakan online atau mengevaluasi pengawasan video dengan bantuan program pengenalan wajah dan kecerdasan buatan.

hp/as (dpa, afp, rtr)