1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KesehatanIndonesia

Dinkes DKI: Penularan Cacar Monyet Tak Semudah COVID

25 Agustus 2022

Meski penularan cacar monyet dianggap tidak semudah penularan COVID-19, setiap warga yang terinfeksi diminta untuk menjalani isolasi.

https://p.dw.com/p/4G1q5
Foto ilustrasi cacar monyet
Foto ilustrasi cacar monyetFoto: Rafael Henrique/SOPA Images/ZUMA/picture alliance

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti memastikan pihaknya terus memantau perkembangan kasus cacar monyet atau monkeypox di Jakarta. Dia meminta warga tak perlu cemas berlebih akan penularan virus itu.

"Kami poinnya selalu pantau, jadi warga tidak perlu cemas berlebihan," kata Widyastuti di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (25/8/2022).

Widyastuti menjelaskan, penularan monkeypox ini tidak semudah penularan COVID-19. Kendati begitu, dia menekankan setiap warga yang terinfeksi monkeypox wajib menjalani isolasi.

"Karena monkeypox ini penularannya tak semudah COVID, tak semudah terus abis kontak secara erat gitu, tapi tetap yang sakit harus isolasi," jelasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, umumnya pasien terinfeksi monkeypox selama 3 minggu. Dinkes DKI sendiri melakukan pemantauan rutin selama seminggu pertama sambil menunggu hasil tes PCR dari laboratorium.

"Kita harapkan dalam waktu 3 minggu bisa sembuh," jelasnya.

Saat ini DKI Jakarta melaporkan kasus pertama cacar monyet. Sejauh ini, Dinkes telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 kontak erat kasus dan semuanya dalam kondisi sehat.

"Saat ini sudah ditelusuri, dikontak, dalam arti, selama ini sehat," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah mengumumkan temuan kasus pertama terkonfirmasi cacar monyet di Indonesia adalah laki-laki berusia 27 tahun asal Jakarta. Pasien tersebut diketahui mengalami keluhan kesehatan beberapa hari setelah kembali ke Indonesia, pascaperjalanan wisata ke beberapa negara di Eropa Barat, pada 8 Agustus 2022.

Sebagaimana diketahui, cacar monyet telah ditetapkan sebagai penyakit yang dapat menjadi darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh World Health Organization (WHO) sejak 23 Juli 2022.

Gejala cacar monyet umumnya diawali dengan demam, sakit kepala, dan pembengkakan kelenjar getah bening yang ditemukan di leher, ketiak, atau lipat paha (selangkangan). Selain itu, gejala umum ini dapat disertai keluhan nyeri otot, sakit punggung, dan rasa lelah yang berkepanjangan.

Setelah 1-3 hari sejak demam, gejala akan disusul dengan munculnya ruam pada kulit di beberapa bagian tubuh, berbentuk bintik merah seperti cacar, melepuh kecil berisi cairan bening atau berisi nanah yang kemudian menjadi keropeng, dan rontok. Jumlah lesi (luka atau lenting gelembung berisi cairan di kulit) dapat sedikit ataupun beberapa buah yang tersebar.


Baca selengkapnya di detik news

Dinkes DKI: Jangan Cemas, Penularan Cacar Monyet Tak Semudah COVID