1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

BMW-Daimler Kerjasama Hadapi Krisis

18 Februari 2009

Di AS, Chrysler dan General Motors meminta bantuan tambahan sebesar $22 milyar dari pemerintahannya. Di Jerman, produsen mobil Mercedes, Daimler dan BMW bekerjasama menghadapi krisis.

https://p.dw.com/p/GwiF
Setiap tahun 9000 mobil Mercedes dirakit di pabrik Daimler Benz Ludwigsfelde.Foto: picture-alliance/ ZB

Krisis ekonomi juga memukul perusahaan-perusahaan mobil bergengsi seperti BMW dan Daimler, yang memproduksi Mercedes. Bagi Daimler, dua kwartal pertama tahun lalu menunjukan adanya peningkatan penjualan. Meskipun begitu menjelang akhir 2008, hanya untuk penjualan mobil saja neraca memperlihatkan penurunan 20 persen.

Pada konferensi pers tahunan perusahaan, Direktur Daimler Dieter Zetsche mengatakan, “Tahun lalu saya berdiri di sini dan mengatakan bahwa lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau dan jalan terbuka lebar. Dan dalam enam bulan pertama, kamipun menggenjot gas dan menghasilkan keuntungan yang memecah rekor. Tapi sekarang, jalan itu penuh hambatan dan kondisi lapangan buruk.”

Dari keuntungan yang mencapai 4 milyar Euro di tahun 2007, pada tahun 2008 Daimler mengalami kerugian yang mendekati 1,5 milyar Euro. Salah satu penyebabnya adalah tanggungan utang Chrysler Jerman yang tahun 2008 masih merupakan anak perusahaan Daimler. Meski sudah dilepaskan, Direktur Daimler Dieter Zetsche tetap berhati-hati menghadapi 2009. Salah satu upaya pengurangan biaya, termasuk perampingan dalam riset dan pengembangan produk, membatasi gaji direksi selama tahun ini dan memperpanjang masa kerja paruh waktu.

“Kami sudah membicarakan kelanjutan dalam kwartal kedua tahun ini dan memperkirakan di bidang produksi, kerja paruh waktu masih diperlukan. Ini akan kita sepakati juga dalam negosiasi kontrak untuk seluruh kwartal selanjutnya, agar bisa tetap fleksibel menghadapi perkembangan pasar dan sewaktu-waktu dapat memberlakukan bentuk kerja itu. Pengecualiannya hanya dalam produksi Mercedes kelas E", begitu ungkap Zetsche.

Sekitar 50 ribu pegawai Daimler bekerja paruh waktu saat ini, sebelumnya kesepakatan itu dibatasi sampai bulan Maret 2009. Perpanjangan masa berlakunya ini diharapkan membantu Daimler, agar dalam enam bulan pertama tahun ini sudah dapat mengatasi krisis yang dihadapi. Daimler juga meningkatkan kerjasamanya dengan perusahaan saingan BMW dalam sejumlah penelitian yang dinilai menguntungkan kedua belah pihak.

Secara global, ratusan ribu orang bekerja pada industri otomotif. Bagi Daimler di Jerman, amat penting menunjukan bahwa bisa mengatasi krisis ini tanpa bantuan pemerintah. Namun di Amerika Serikat, bangkrutnya perusahaan mobil General Motors (GM) dan Chrysler misalnya, berarti hilangnya penghasilan bagi puluhan ribu pekerjanya.

Sampai saat ini kedua perusahaan ini sudah menerima hampir $17.5 milyar utang dari pemerintah Amerika Serikat. Namun tanpa bantuan dana tambahan dari pemerintah, masa depan amat kelam bagi GM yang mengaku akan kehabisan dana cair pada bulan Maret in. Kini GM meminta tambahan utang sebesar US$ 16.6 milyar. Sementara Chrysler yang merupakan perusahaan mobil ketiga terbesar di negara itu juga meminta bantuan tambahan senilai US$ 5 milyar. Biaya menyelamatkan industri otomotif Amerika Serikat tampak sudah membalon hingga US$39 milyar.(ek)