1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

AS-Rusia Gelar Perundingan Perluncutan Senjata Atom

18 Mei 2009

Perjanjian perlucutan senjata strategis START berakhir 5 Desember 2009 ini. Kendala perundingan terletak pada rincian kesepakatan. Kedua belah pihak antara lain harus menyetujui, apa kriteria senjata tersebut.

https://p.dw.com/p/Hssg
Obama ketika menyampaikan pidato perlucutan senjata atom di Praha, Ceko, 5 April 09Foto: AP

Presiden AS Barack Obama menegaskan, berbeda dengan kebijakan presiden pendahulunya, tema perlucutan senjata akan ditarik menjadi urusan presiden. Dalam pidatonya di Praha bulan April lalu Obama mengatakan: “Sekarang saya mengumumkan dengan tegas dan keyakinan penuh, bahwa AS memiliki kewajiban mengupayakan sebuah dunia yang damai tanpa senjata atom.“

Dalam babak perundingan baru perlucutan senjata strategis yang dimulai hari Senin kemarin (18/05) di Moskow, Rusia, kendalanya terletak pada rincian kesepakatan. Kedua belah pihak antara lain harus menyetujui, apa kriteria senjata strategis tersebut. Apakah hanya roket-roket nuklir yang disiagakan atau juga yang berada di gudang senjata? Bagaimana dengan kendaraan untuk pengangkut landasan peluncur roketnya?

Amerika Serikat dan Rusia pada tahun 2008 lalu sudah menyepakati, memiliki kewajiban untuk membuat perjanjian perlucutan senjata atom berikutnya. Kesepakatan terbaru merencanakan jumlah maksimal 2200 hulu ledak nuklir hingga tahun 2012. Namun terdapat berbagai tema yang masih belum dibahas tuntas jika dibandingkan perjanjian START. Juga tidak ada prosedur untuk memeriksa kebenaran laporan dari pihak yang lainnya.

Rose Gottemoeller, direktur di Kementrian Pertahanan AS yang memimpin perundingan perlucutan senjata atom mengatakan kepada kantor berita Rusia Interfax, bahwa pihaknya siap menerima usulan Rusia, dengan memasukkan kendaraan pengangkut roket ke dalam perjanjian baru ini. Perundingan menyangkut senjata yang disimpan di gudang dan prosedur pemeriksaan laporan akan dibicarakan belakangan.

Perundingan START hanyalah sebuah pembukaan dari rencana perlucutan senjata yang disampaikan Presiden Obama dalam pidatonya di Praha, Ceko. Ia mengatakan, AS harus sesegera mungkin meratifikasi kesepakatan penghentian ujicoba senjata nuklir. Selain itu, produksi material yang dapat dibuat senjata atom akan dilarang. Obama juga hendak berupaya memperkokoh kesepakatan non-proliferasi senjata atom.

“Kita memerlukan lebih banyak kapasitas dan kewenangan, agar inspektur internasional memiliki bobot tambahan. Kita memerlukan konsekuensi yang efektif dan langsung, bagi negara-negara yang melanggar kesepakatan atau keluar tanpa alasan. Dan kita memerlukan aturan baru bagi penggunaan sipil energi atom. Termasuk sebuah institusi internasional yang mengawasi material radioaktif, agar berbagai negara dapat memanfaatkan energi atom, tanpa meningkatkan risiko penyebaran senjata atom,“ demikan pidato Obama.

Obama menegaskan, dalam waktu empat tahun harus dapat dijamin, bahwa di seluruh dunia material radioaktif yang dapat dibuat senjata atom, tidak akan jatuh ke tangan yang salah. Untuk itu kerjasama dengan Rusia harus diperluas. Selain itu dalam waktu setahun ini, AS hendak menggelar konferensi internasional bagi keamanan nuklir.

Christina Bergmann/Agus Setiawan

Editor: Yuniman Farid