1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Kesehatan

Kematian COVID-19 di AS Diprediksi Memuncak dalam Dua Minggu

30 Maret 2020

Presiden AS Donald Trump telah memperpanjang pedoman social distancing hingga 30 April, turun dari target awal yaitu saat perayaan Paskah. Sekitar 200.000 kematian akibat COVID-19 diprediksi akan terjadi di AS.

https://p.dw.com/p/3aB8w
Presiden AS - Donald Trump berbicara dengan mikrofon
Presiden AS Donald TrumpFoto: picture-alliance/AP Photo/P. Semansky

Minggu (29/03), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa tingkat kematian COVID-19 di AS akan mencapai puncaknya dalam dua pekan ke depan. 

“Paskah seharusnya menjadi puncak angkanya,” kata Trump. Hari besar umat Kristen tersebut jatuh pada 12 April mendatang.

“Pemodelan memperkirakan bahwa puncak tingkat kematian kemungkinan akan terjadi dalam dua minggu,” ujarnya saat memberikan pernyataan pers di Gedung Putih.

“Dari sana harusnya angkanya akan mulai turun, dan kita berharap dari titik itu, penurunannya bisa signifikan,” tambahnya.

Trump juga mengatakan bahwa pemerintah telah memperpanjang pedoman “social distancing” hingga 30 April mendatang untuk memperlambat penyebaran virus.

Virus corona telah menginfeksi setidaknya 140.000 warga AS dan menewaskan lebih dari 2.400 orang.

Trump mengatakan bahwa dengan membatasi jumlah kematian hingga 100.000 atau 200.000 merupakan “pekerjaan yang baik”. Ia menyebut bahwa pemerintahannya telah berhasil menurunkan jumlah potensi kematian akibat COVID-19 dari perkiraan sebelumnya, yaitu lebih dari 2 juta kematian.

Sebelumnya, Direktur Institut Nasional AS untuk Penyakit Menular dan Alergi, Dr Anthony Fauci memperkirakan bahwa pandemi COVID-19 dapat menyebabkan 100.000 hingga 200.000 kematian di AS.

Fauci, yang juga merupakan anggota gugus tugas virus corona bentukan Trump dengan cepat menambahkan, “saya tidak ingin berpatokan pada hal itu … Ini adalah angka yang terus bergerak sehingga Anda bisa dengan mudah menjadi salah dan menyesatkan orang”.

Lebih jauh, Trump mengatakan bahwa ia berharap AS “akan berada dalam proses pemulihan” pada 1 Juni mendatang, turun dari target Paskah yang sebelumnya ia sampaikan.

Ia juga mengatakan bahwa akan ada pengumuman “penting” pada Selasa (31/3) tentang rencana dan strategi pemerintah ke depan. 

Wabah corona di Eropa

Di Jerman, kasus positif COVID-19 hampir mencapai 60.000 kasus, dengan tingkat kematian kurang dari 1 %. Jerman menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian terendah di dunia. 

Sementara itu, pesawat pertama yang membawa warga negara Jerman yang sebelumnya terjebak di kapal pesiar Australia, telah memulai perjalanannya menuju Frankfurt. Puluhan kasus virus corona dikonfirmasi terjadi di kapal pesiar Artania tersebut yang membawa lebih dari 800 penumpang.

Di Inggris, aturan karantina wilayah atau lockdown dimungkinkan berlanjut hingga enam bulan, demikian diungkapkan oleh seorang penasihat medis pemerintah. Hal ini dimungkinkan terjadi, meskipun langkah-langkah pembatasan ini awalnya ditetapkan akan berakhir dalam dua minggu.

Wakil kepala petugas medis Inggris, Jenny Harries mengatakan bahwa kalaupun Inggris berhasil “meratakan kurva” penularan COVID-19, ia memperingatkan bahwa untuk kembali sepenuhnya ke kehidupan normal “akan sangat berbahaya”.

Inggris telah melaporkan hampir 20.000 kasus positif COVID-19, dengan lebih dari 1.200 orang meninggal dunia.

Di Italia, pemerintahnya telah mengatakan bahwa negara itu akan melakukan lockdown yang sangat panjang, dan hanya dimungkinkan untuk dicabut secara bertahap. 

Meskipun angka kematian COVID-19 telah melambat dengan rekor 919 kematian pada Jumat (27/03), penasihat medis pemerintah, Luca Richeldi mengatakan indikasi melambatnya pandemi justru menjadi “alasan bagi Italia untuk menjadi lebih ketat lagi”.

Italia menjadi negara kedua dengan jumlah kasus infeksi COVID-19 terbanyak di dunia, dengan hampir 100.000 kasus tercatat sejauh ini.

Di Spanyol. Kasus positif COVID-19 hampir mendekati angka 80.000 kasus. Spanyol hampir pasti akan menyusul Cina menjadi negara ketiga dengan kasus terbanyak di dunia. Spanyol telah melaporkan 838 kematian akibat COVID-19 dalam 24 jam terakhir, lebih banyak dari negara lain di dunia.

gtp/pkp (dari berbagai sumber)